Panggung duniaku terakhir

“Heii. Ada orang di sana, halooo”
Suara lantang terdengar di atas sana
tak pikir panjang lagi aku langsung berteriak lagi
kali ini lebih kencang..
“Tolong akuuuuuu”
“Toloooonnnngggg” suara ku semakin parau
sepertinya ia mendengar suaraku
“Akan kuulurkan kau seutas tali.. “
“Lilitkan tubuh mu pada tali itu”
“Aku akan tarik kau ke atas”
Setelah tali terlempar ke arahku
Sekuat tenaga aku melilitkan tali ketubuhku
agar tak terjatuh.
“Aku siap”
Sedikit demi sedikit tubuhku terangkat
Lalu aku melihat sosok bercahaya
Dengan sayap mengembang di balik punggungnya
Lalu ia berkata
“Aku telah lama mencarimu”
“Walau aku tak menunggu, tapi kau sulit kudapat”
“Ikutlah bersama ku..“
“Aku kan membawamu kembali ke kehidupanmu yang dulu
bahkan lebih baik dari hidupmu yang dulu”
Keningku mengernyit tak mengerti maksut ucapannya.
“Baiklah, hai manusia.. aku tahu kau cukup bahagia di kehidupanmu dahulu
tapi tahukah bahwa kau terlalu angkuh.”
Pria muda bersayap tersebut melipat tangannya didada..
Pria bersayap yang sangat tampan… pikirku.
“Saat ini kau berada di dunia perbatasan. Ia masih menyayangimu sehingga ia memberimu kesempatan kembali ke duniamu dulu, memperbaiki semua.” Ucap pria bersayap.
Aku tak mendengar semua ocehannya
Aku hanya terkagum-kagum atas sosok indah dihadapanku
“hei..” pria tampan itu menjentikkan jarinya menghentikan lamunanku
“Apakah kau bersedia?”
“Bersedia untuk apa?” jawabku
“Menjadi manusia sederhana yang mempunyai hati ikhlas seluas samudra?”
Aku berpikir kata “sederhana”
“Berarti aku tak akan lagi dapatkan kemewahan, gemerlap cahaya dan kekaguman manusia untukku?” pikirku lagi
Sepertinya pria bersayap mendengar isi pikiranku
“Apalah artinya kemewahan dan kekaguman manusia terhadapmu, apabila yang kau miliki hanya kesombongan dan ketidakrelaan”
petuah pria bersayap terus berucap.
“Dengan hati seluas samudra,
meski kau kurang harta hidupmu terasa bahagia,
meski kau makan secukupnya kau akan merasa kenyang dan sehat selamanya,
meski kau dipandang sebelah mata-kau akan merasa tenang
tanpa kemunafikan manusia.
Tenanglah… aku jamin dengan hati ikhlas seluas samudra,
seburuk apapun hidupmu di dunia kau akan merasa puas dan bahagia…
maka bersedia kah kau?”
Aku tak lagi banyak berucap..
Hanya dengan anggukan lalu si pria memeluk tubuhku erat
Ia membawaku menuju setitik cahaya
Tubuh kami melesat secepat suara.
Aku berterima kasih pada lelapku yang sesaat
Karena telah membekaliku dengan hati ikhlas seluas samudra. Aminnn..

Komentar
3 kata yg cukup membuat saya tertegun