Panggung duniaku 3


Cukup lama aku menunggu seseorang menolongku
Tiba-tiba terdengar suara mendekat
Aku berusaha bergerak meski kakiku terkilir
Samar kulihat ibu tua renta tak berdaya,
Sayang… ia berlalu begitu saja

Namun, haparanku tak putus asa
Aku tetap berdoa ada yang lewati jurang sempit ini
Tik tak tik tok terdengar jam tangan berdetak
Waktu terus berganti, mungkin di luar sana
matahari mulai bergulir
berganti shift dengan rembulan.

Hari ke hari terus berlari
Aku mulai tidak puas hanya ditemani
Detik jam tangan yang tak lelah berhenti,
Gelap yang ternyata menyiksa saat malam menghampiri,
Tanah basah jika hujan membasahi bumi,
Kering dedaunan yang terkadang membuat gatal kulit putihku ini,
Hanya panas yang tak bisa menjamah tubuh kurus yang semakin kurus dari hari kehari..

Ketika masih terlelap di pagi hari,
Yah terkurung dalam jurang sempit selama beberapa hari
Membuat tubuh dan hati semakin bisa menyesuaikan diri.
Tiba-tiba datang seseorang yang terdengar sedang berlari
Aku berusaha berdiri, walau kaki terkilir tidak kuat menopang tubuh kecil ini.
Aku berteriak lagi meski yang terdengar parau sedikit lirih.

Komentar

andri K wahab mengatakan…
eng ing eng...siapakah sosok yg datang itu ???...^_^

* terkadang gw tertarik juga menulis prosa bersambung kyk gini ven...^_^
Noveni As'ad mengatakan…
he..he..agak sulit Ndri.. ini gw tulis buat hindari kebosanan saat baca aja.. ^_^ ayo dong mulai nulis prosa bersambung.. jadi penasaran sama tulisan kamu yg tentunya berbeda.

Postingan Populer