Dewi Malam dan Lelaki Mentari


Malam itu aku terjaga,
tanpa sengaja terdengar percakapan Dewi Malam dengan Lelaki Mentari.

“Dewi, aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu..?” suara Lelaki mentari
lembut terucap.
“Aku tak inginkan apa-apa darimu, hanya kesediaanmu”
Dewi Malam menjawab lirih.

“Aku harus berbuat apa lagi agar kau yakin padaku?” berharap Dewi Malam mengerti.
“Hanya satu, terbitlah di siang hari agar kita bisa bersatu” pinta sang Dewi.

“Itu sulit Dewi, aku sangat mencintaimu, tapi aku tak bisa bersamamu” Mendengar ucapan Mentari, membuat Dewi Malam kecewa dan sedih.

“Kecuali kau tetap menerimaku seperti ini.. mungkin kita kan bersatu Dewi” lanjut Lelaki Mentari
“Aku tak percaya ucapmu, itu takkan bisa terjadi Mentari” ucap Dewi Malam terbata menahan tangisnya

“Ku minta padamu sekali lagi dan untuk terakhir kali, perjuangkan cinta kita Mentari” asa sang dewi.
“Bukankah cinta tak mengenal syarat Dewi?” Lelaki Mentari tak kenal lelah berharap Sang Dewi memberinya harapan.

“Tapi bukankah ini janjimu padaku? saat aku bersedia menerima cintamu” lantang sang Dewi.
Lelaki Mentari tak menjawab. Ia hanya terdiam tanpa melakukan sesuatu.
Sementara Dewi malam hanya bisa menangis sepanjang malam
hingga akhirnya ia menghilang.

Komentar

andri K wahab mengatakan…
andai tidak ada kata-kata "cinta tak selamanya harus memiliki"...mungkin tak akan ada cerita tentang dewi malam dan lelaki mentari...

nice posting ven...^_^
Noveni As'ad mengatakan…
Thanks Ndri... andai yah..
Meski mudah diucap tapi sulit dilakukan Ndri.. ^_^

Thanks udah singgah..
dunia pagi ini mengatakan…
dibayar berapa ama Indosat ven ngiklanin Mentari??

*eh blogku mentari juga ya??
Noveni As'ad mengatakan…
seharusnya si Indossat jgn pake nama unsur2 bumi ya.. bikin bingung para penulis saja..ha..ha..

Postingan Populer