Stasiun TV swasta Indonesia kurang bermutu
Tiap buka channel TV, acara gosip paling juara durasinya, apalagi gosipnya ngomongin gosip yang sama, artis itu-itu juga. Trus cepet-cepet ambil remote control buat ganti channel. Sedikit ada angin segar ketika channel tersebut menayangkan acara berita, tapi tetep aja jadi sebel, setelah berita soft news, pas berita berikutnya menayangkan berita hard news, entah tentang pemerkosaan, pencabulan atau pembunuhan. Hiii gak bagus banget deh kalo ditonton anak usia sekolah yang masih membutuhkan bimbingan orang tua. Trus ganti lagi channel laen, acara setan-setanan yang tampil dilayar, bukannya menghibur malah bikin pengen kaburrrr ke channel laen.
Setelah kabur dari channel tersebut, tayangan di channel laen gak kalah tidak bermutunya, tayangan sinetron para ABG atau sinetron pamer kekayaan para tokohnya, atauuuu action anak-anak yang maen pukul-pukulan. Sungguh gak bermutu banget, memberi contoh buruk kepada anak dibawah umur yang belum mengerti bahwa itu cuma akting, tidak sungguhan.
Apakah para pemilik stasiun TV tidak menyeleksi acara-acara tersebut. Sepertinya buat mereka yang terpenting adalah untung yang mereka raup. Tidak peduli apakah tayangan-tayangan tersebut mengakibatkan regenerasi. Jangan kejauhan deh ya si pemiliknya, seperti para produser, sutradara atau para tim kreatif yang punya ide buat bikin acara di stasiun TVnya. Sepertinya yang penting bagi mereka adalah gimana caranya buat acara stasiun TV, terlihat produktif, asal bos senang upah saya makin menggunung. Coba sedikit saja kita memikirkan acara yang memberi inspirasi kepada penonton, memberi ilmu bermanfaat bagi generasi penerus bangsa entah dari segi agama, moral, sosial, dll. Memang sebenarnya bukan semata-mata hanya tugas para awak media TV, tapi mereka juga merupakan faktor pendukung dalam menciptakan sehatnya generasi penerus bangsa.

Komentar