Belitung, mimpiku




Seorang bijak pernah berkata, bermimpilah hingga mimpi itu terwujud. Aku mulai banyak bermimpi, salah satu mimpi itu adalah dolan-dolanan ke belitong, alhamdullilah ternyata mimpiku terwujud. I was been there…

Bertolak dari bandara Soekarno hatta, kami memulai perjalanan menuju Belitong yang hanya sekejap mata, cukup 45 menit kami sudah tiba di Tanjung Pandan pusat kota Belitung. Untungnya sebelum sampai Belitung, kami berkenalan dengan gadis cantik asli belitung bernama Vina yang sering PP Jakarta-Belitung. Vina memberi berbagai referensi dari hotel hingga kebiasaan orang belitung, membuat kami memiliki bekal yang cukup tentang negeri Laskar Pelangi itu. Belum lagi referensi supir kepercayaannya sehingga kami bisa menyewa mobil menuju hotel dengan harga sewa miring. Lagi-lagi atas bantuan si gadis Belitung melalui Pak Asing orang kepercayaannya, akhirnya kami dihantar menuju hotel murah yang cukup memuaskan para penginapnya.

22 Mei 2010
Museum Timah dengan kebun binatang mininya
Tiba di Bandara Hanadjoeddin, tak mau kehilangan banyak waktu, setelah check in hotel. Kami langsung menuju wisata terdekat hotel. Cukup jalan kaki kurang lebih 10 menit kami sudah sampai di Museum Timah yang menyimpan barang-barang kuno – salah satunya yang tertangkap oleh mata kameraku adalah gosokan jaman belanda dan meriam cuuuiiliikk tenan joh.., ada benda-benda bersejarah yang mengandung dasar ilmu pengetahuan dan bermacam maket penambangan timah maupun jenis batu-batuan serta kebun binatang mini dengan beberapa binatang seadanya…

Tanjung Pendam semilir angin melambai

Nggak jauh dari museum timah, tanjung pendam adalah tempat asik buat kumpul keluarga, teman, pacaran he.he.., atau meeting point sama klien tuh. Dari beranda resto mini kita bisa liat nun jau disano, kapal-kapal barang wara-wiri gak ada matinye.. warna laut hijau, ungu, merah semakin ke atas semakin kebiru-biruan seperti kue lapis, membuat kami nyaman berlama-lama nongkrong sambil menikmati es kelapa di bibir pantainya.. ughhh segernyaaa!! Selain itu ada resto mini, beberapa galeri kerajinan khas Belitung dan musolah mini yang menawan hati…

23 Mei 2010
Manggar, ada aturan yang tak boleh dilanggar
Selama perjalanan menuju Manggar, kami masih kebingungan tempat mana yang akan kami tuju. Naik angkot dari terminal tj. Pandan, akhirnya si supir angkot menawarkan jasanya untuk menghantar kami keliling kota Manggar. Imbalan yang diminta cukup mahal, rasanya tidak sebanding dengan 2 tempat yang direferensikan si supir. Tapi tak apalah.. hitung-hitung bayar informasi atas kebutaan kami akan daerah manggar. Si supir menghantarkan kami bertandang ke bukit samak dan pantai lalang, salah dua tujuan wisata di kota Manggar selain kedai-kedai kopinya yang terkenal enak seantero Belitung. Melalui Bukit Samak, pemandangan sebagian kota manggar bisa kita lihat dari atas bukit ini. Tak jauh dari bukit samak, kita bisa cibang cibung di pantai lalang yang berpasir putih dengan pantai yang bersih, jadi gak perlu khawatir terkena penyakit gatal-gatal kulit, apalagi pemandangan pantai lalang sangat baik untuk refreshing mata, membuat kita semakin merasa takjub akan besarnya kuasa Ilahi (kok jadi mendagdag alim nehh). Sayangnya kami tidak tahu kalo di Manggar terdapat pantai seindah itu, jadi kami cukup puas hanya memandang keindahan pantai Lalang dan jepret sana sini saja. Saat berenang terasa lapar? gak perlu khawatir.. karena kita bisa memesan makanan di resto-resto mini di pinggir pantai.

Kota yang tak berjauhan dengan wilayah Gantong ini ternyata menyimpan berjuta rahasia. Yakni mistis-mistis yang membuat kita pada awal mendengarnya bisa merasa bergidik atau menelan air ludah. Believe it or not???
Mistis pertama: ssttt ternyata disudut pantai lalang..konon terdapat karang-karang besar yang tidak boleh didatangi oleh pengunjung (terbukti di sekitar karang-karang besar tersebut terlihat sangat sepi pengunjung)
Mistis kedua: untuk berkunjung ke Manggar, tentunya kami bertanya pada penduduk Tj. Pandan mengenai transportasi menuju Manggar. Meski dengan ramah mereka memberi infomasi, tapi di akhir kalimat..mereka menyarankan kami sebagai pengunjung agar tidak kosong pikiran alias bengong yang bisa mengakibatkan orang baru tidak bisa keluar atau hanya muter-muter saja di sekitar kota tersebut bahkan bisa mengakibatkan kesurupan.. penangkalnya adalah banyak-banyak berzikir dalam hati.. (ini kata penduduk sana lhoo). Walhasil sepanjang perjalanan pp, tidak henti-hentinya kami berzikir dalam hati.

Sebenarnya hari itu kami juga sangat berniat bertandang ke desa Gantong - terdapat SDN Muhammadiyah lokasi syuting film Laskar Pelangi. Tapi sayangnya karena operasi alat transportasi dari terminal manggar menuju terminal Tj. Pandan paling lambat adalah pukul 12 siang, jadi kami memutuskan untuk kembali menuju Tj. Pandan (dari pada gak bisa pulang) he..he..he..

24 Mei 2010
Tanjung Kelayang bikin mabuk kepayang
Pagi-pagi kami sudah siap melanjutkan kesenangan yang kali ini mengeksplor Tj. Kelayang. Dengan menyewa motor Rp 50 rb/hari dengan salah satu pegawai hotel perjalanan selama 45 menit menghantarkan kami di pantai Tj. Kelayang. Subhanallohh… (lagi-lagi mendag dag alim) melihat pantai tanjung kelayang dengan batu-batu besarnya plus pemandangan cantiknya membuat kami betah berlama-lama. Pastinya berfoto-foto dan menikmati alam sekitar membuat pikiran fresh dan hati senang. Tetap berpasir putih, pantai bersih plus perahu nelayan yang parkir di bibir pantai menambah cantik pesona tanjung kelayang.

5 pulau sekitar Tanjung Kelayang
Menyewa boat adalah satu cara untuk berkunjung ke 5 pulau indah sekitar tj. Kelayang. Awalnya kami sudah tawar menawar harga sewa boat yang tergolong menguras dompet he..he.. lalu mencoba menunggu mungkinkah ada pengunjung lain yang hendak menyebrang ke beberapa pulau sekitar Tj. Kelayang..biar bisa patungan.. hehe..tapi penantian beberapa menit kami sia-sia :( akhirnyaa dari pada tidak melihat pulau lengkuas (point terpenting kalo kita ke Belitung) yah akhirnya dengan semangat 45 kami putuskan untuk menyewa boat dengan harga muaahhall untuk dua orang.

Mulai dari pulau lengkuas yang paling jauh dibanding pulau-pulau lainnya. Pulau yang sama dengan nama bumbu dapur ini merupakan the best belitung.. jadi kalo sudah menyewa boat mahalll, sangat rugi kalo tidak berkunjung ke pulau paling jempolan ini. Apalagi klo sampai di pulau lengkuas tapi tidak naik ke mercusuar yang berlantai 18..wah-wah sangat sangat sangat disayangkan..he..he.. karena di atas mercusuar lengkuas kita bisa lihat indahnya lautan dengan warna-warni mempesona, siluet terumbu karang laut yang terlihat jelas karena airnya sangat jernih, belum lagi bebatuan besar yang seolah-olah ditumpuk dengan menggunakan teknik layout ala para grapis desain.. lagi-lagi kami hanya bisa mengucap subhanalloh subhanalloh, its really the most beautifull island… setelah puas fota foto sekitar Lengkuas dari puncak tertinggi lalu kami pun mulai beredar ke pulau-pulau lain seperti pulau granit yang mirip burung, pulau babi, pulau burung, dan pulau batu malang gede yang juga tak kalah cantiknya dengan pulau lengkuas.

Tanjung tinggi, pantai berpasir putih dengan batu granit menjulang tinggi
Tanpa terasa lelah, dari tj kelayang kami langsung meluncur ke Tanjung Tinggi. Pantai satu ini tak kalah seru dan indahnya dengan pulau lengkuas dan pantai tanjung kelayang.. pantai yang memiliki pasir putih bersih dan dihiasi bebatuan granit yang menjulang tinggi serta air jernih berwarna hijau kebiru-biruan ini menambah koleksi foto-foto cantik saya untuk dolan-dolanan kali ini. Kami pun tak membuang banyak waktu, langsung nyeburrr cibang cibung segerrr. Apa lagi saat itu air tenang tanpa deburan ombak, membuat acara berenang terasa lebih relaks. Dari bibir pantai kedalaman air hingga pasir hanya 1 meter. Kata orang asli Belitung, pasirnya bisa buat bersihin daki di kulit lho… tapi terbukti jeng daki-daki dikulit putih saya luntur seketika seru seru…! jadi bikin ketagihan buat cibang-cibung lagi di sana.

Bukit berahu banyak perahu
Last destination di hari itu, kita menyempatkan diri untuk mampir ke bukit berahu. Meski sedikit nyasar ke perkampungan Tj. Binga tapi malah bisa bawa oleh-oleh ikan asin yang katanya super murah dari pada pasar tradisional sekalipun. Bukit berahu letaknya tidak berjauhan dengan Tj. Kelayang dan Tj. Tinggi, cukup 45 menit naik motor kita sudah bisa melihat indahnya pantai bukit berahu dengan beberapa kapal pinisi yang berbaris rapih.

25 Mei 2010
Gunong Tajam. Berkeramat dengan tikungan-tikungan tajam
Destination hari terakhir kami tertuju pada Gunong tajam di kecamatan Badau, yaitu di dusun Air Penggantungan desa Kacang Butor. Selama perjalanan kami melewati aliran-aliran sungai, jalur berbentuk tangga-tangga, jalan setapak yang berliku-liku, serta pepohonan tinggi yang menambah asri gunung yang memiliki ketinggian 510 mdpl (bisa disebut sebagai bukit).

Gunung Tajam memiliki dua puncakan, puncakan pertama di sebut Gunong Tajam Laki dan puncakan kedua disebut Gunong Tajam Bini. Di kaki Gunong Tajam, terdapat air terjun bertingkat Gurok Beraye yang memukau. Di puncak Gunong Tajam Laki terdapat makam Syech Abu Bakar Abdullah (mubaligh asal Aceh) salah satu penyebar agama islam pertama di Belitung. Kini, makam Keramat Gunung Tajam itu menjadi tempat ziarah, yang selalu ramai dikunjungi orang terutama umat Islam. Namun sayangnya kami tidak sampai ke puncak Gunong Tajam, tidak sempat melihat cantiknya air terjun bertingkat Gurok Beraye dikarenakan semalam hujan menjadikan jalan setapak terasa licin. Apalagi sepinya pengunjung dikarenakan bukan hari libur, membuat keberanian kami menciut ketika semakin dalam memasuki jalan setapak. Semakin masuk ke dalam rasa tak enak hati semakin menjadi-jadi, akhirnya keputusan bersama membuat kami untuk kembali balik arah dan keluar dari bukit yang persis hutan liar tersebut. Berharap suatu saat nanti kami bisa kembali mengunjungi Belitung dan mengeksplor habis-habisan gunong yang memiliki hikayat keramat ini.

Ok.. Eksplorasi selama tiga hari di Belitung membuat kami cukup puas menikmati indahnya panorama Belitung.. kota cantik kota bersih itulah kesan saya pada kota yang sepi penduduk ini. Tapi kalopun ada ajakan untuk kembali mengunjungi pulau Belitong..pasti tak perlu pikir dua kali untuk mengiyakannya. Ha..ha..ha..

Komentar

Postingan Populer